-->
NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 SEMUA TERJEMAHAN YANG ADA DI KOKOA NOVEL FULL MTL AI TANPA EDIT.⚠️ DILARANG KERAS UNTUK MENGAMBIL TEKS TERJEMAHAN DARI KOKOA NOVEL APAPUN ALASANNYA, OPEN TRAKTEER JUGA BUAT NAMBAH-NAMBAHIM DANA BUAT SAYA BELI PC SPEK DEWA, SEBAGAI GANTI ORANG YANG DAH TRAKTEER, BISA REQUEST LN YANG DIMAU, KALO SAYA PUNYA RAWNYA, BAKALAN SAYA LANGSUNG TERJEMAHKAN, SEKIAN TERIMAKASIH.⚠️

Ore wa Shiranai Uchi ni Gakkouichi no Bishoujo wo Kudoiteita Rashii Volume 5 Afterword

Kata Penutup


Sudah lama tidak berjumpa. Saya Gozen no Ryokucha.

Seri Ore Shira akhirnya mencapai jilid terakhirnya. Berkat kalian semua yang telah membaca hingga titik ini, aku dapat menyelesaikan penulisan cerita yang ingin kusampaikan. Kata-kata tidak dapat mengungkapkan rasa terima kasihku. Terima kasih banyak.

Saat menulis kata penutup ini, aku sempat berpikir untuk membaca ulang seri ini dari awal. Namun, kembali membaca sesuatu yang kutulis di masa lalu ternyata menjadi pengalaman yang sangat menyiksa. Aku terus menutup dan membuka kembali halaman-halamannya sambil bergumam “Ughhh!”—aku pasti terlihat sangat mencurigakan bagi siapa pun yang melihatnya. Jika kalian pernah secara tidak sengaja menemukan buku harian lama kalian, aku yakin kalian akan mengerti perasaan itu.

Jilid pertama dari seri ini diterbitkan pada bulan Juli 2021, jadi dengan dirilisnya jilid ini, sudah hampir dua tahun berlalu. Kenyataannya, proses perencanaan untuk penerbitannya bahkan dimulai lebih awal dari itu, jadi bisa dibilang waktu yang telah berlalu sudah lebih dari dua tahun. Sejujurnya, rasanya tidak seperti sudah selama itu—menakutkan sekali betapa cepatnya waktu berlalu.

Cerita ini sebenarnya bermula dari sesuatu yang kutulis secara impulsif di atas bus larut malam yang bergoyang, didorong oleh semacam energi tengah malam yang aneh. Kalau dipikir-pikir kembali, sedikit ada rasa melankolis saat menyadari bahwa sudah dua tahun berlalu sejak saat itu.

Itu bohong. Aku setengah tertidur dan hampir tidak mengingat apa pun. Namun, aku ingat dengan jelas bahwa aku ingin menulis sebuah cerita berdasarkan gagasan tentang dua orang yang berbagi hubungan misterius, tanpa menyadari identitas asli masing-masing.

Aku tidak pernah membayangkan kisah mereka pada akhirnya akan menjadi sepanjang ini.

Mengenai karakter Saito-san, ia terinspirasi dari seseorang yang kukenal di dunia nyata—terutama kecintaannya pada kucing. Bagian itu hampir identik. Kenapa para pencinta kucing selalu begitu penuh gairah? Baru-baru ini saja, mereka berkata dengan wajah tanpa dosa, "Manusia hanyalah pelayan bagi kucing." Sebagai seorang pecinta anjing, aku bisa katakan bahwa kami tidak separah itu fanatiknya. Ini adalah sebuah misteri—seseorang harus memecahkannya.

Sekarang, izinkan aku menyampaikan rasa terima kasihku.

Kepada Kazurabo Aoi-sama: Terima kasih banyak karena selalu menggambar ilustrasi Saito-san yang begitu menggemaskan! Ilustrasi-ilustrasinya yang kau kirimkan adalah satu-satunya sumber kebahagiaan dalam hidupku. Bukan sebuah kebohongan jika aku katakan bahwa kau adalah penyelamatku. Kemampuanmu untuk menghidupkan tulisanku yang kaku dengan ilustrasi yang sangat pas adalah sebuah berkah yang nyata. Terima kasih untuk segalanya selama dua tahun ini.

Kepada editor saya, Kobayashi-sama: Terima kasih atas kesabaran dan bimbingan baik Anda. Berkat Anda, saya dapat melewati proses penerbitan yang menakutkan ini dengan tenang. Saya tahu saya sempat membuat masalah, seperti mengulur batas waktu hingga saat-saat terakhir, tetapi saya sangat senang bisa bekerja dalam proyek ini bersama Anda. Terima kasih untuk segalanya.

Terakhir, kepada para pembaca yang telah menemani saya sampai akhir: Sekali lagi, terima kasih banyak. Fakta bahwa seri ini bertahan selama ini tidak lain berkat kalian semua. Mendengar suara dan ulasan kalian selalu menjadi sumber dorongan semangat. Karya ini tidak akan ada tanpa para pembacanya.

Kepada semua orang yang terlibat dalam cerita ini dengan cara apa pun, terima kasih dari lubuk hatiku yang paling dalam.



Previous Chapter | ToC

0

Post a Comment