Afterword
Untuk semua yang membaca ini—kehidupan sehari-hari
seperti apa yang sedang kalian jalani saat ini? Saat saya menulis ini, berita
dipenuhi dengan ketidakpastian mengenai apakah keadaan darurat akan kembali
diberlakukan atau tidak. Saya bertanya-tanya seperti apa keadaan saat buku ini
dirilis nanti? Sembari merenungkan hal itu… saya menyadari bahwa tidak ada cara
untuk mengetahui masa depan, jadi hari ini—seperti biasa—saya sedang
membesarkan Uma Musume saya.
Salam kenal. Atau mungkin, selamat datang kembali. Saya
Senya Mihagi. Ini adalah publikasi pertama saya dengan GA Bunko sejak debut
saya, yang juga melalui Penghargaan Penulis Baru mereka. Sudah cukup lama, jadi
saya membayangkan banyak dari kalian yang baru pertama kali membaca karya saya.
Akhir-akhir ini, saya
menulis untuk fiksi umum dan sastra berbasis karakter. Beberapa karya saya
bahkan pernah digunakan dalam ujian masuk, jadi mungkin ada beberapa di antara
kalian yang pernah menemui tulisan saya saat mengerjakan ujian. (Mohon maaf atas
tekanan tambahan jika itu terjadi.)
Untungnya, saya masih bisa terus menulis berkat
koneksi yang telah saya bangun. Namun, jika menoleh ke belakang, sudah cukup
lama sejak terakhir kali saya menerbitkan di bawah label novel ringan, itulah
sebabnya saya merasa sangat lega bahwa perilisan ini akhirnya terwujud.
Publikasi ini dimungkinkan berkat undangan dari
editor saya. Kepada editor saya,
Mikki—saya sangat senang kita bisa bekerja sama lagi. Sudah sangat lama sejak
saya menulis di genre ini hingga saya lupa bagaimana caranya, tetapi dukungan
Anda, bahkan lebih dermawan daripada saat debut saya, sangat membantu saya. Setelah
dunia kembali tenang, mari kita makan yakiniku atau mungkin minum teh di sore
hari. Saya tahu kedua pilihan itu sangat berbeda, tetapi saya yakin Anda akan
ikut bagaimanapun juga. Menolak? Tidak mungkin.
Kepada ilustrator, Satopote-sensei— Terima kasih atas
karya seni yang memukau meskipun jadwal Anda sibuk. Haruka, sang pahlawan
wanita, ternyata sangat lucu hingga saya terpesona sejak saat melihat sketsa
kasarnya. Awalnya, dia seharusnya lebih serius dan lugas, tetapi ilustrasi Anda
memiliki dampak yang begitu besar pada saya sehingga membentuk bagaimana dia
menjadi versi finalnya. Saya sangat berterima
kasih atas cara Anda menghidupkan karakter tersebut. Dan kepada para
pembaca—Satopote-sensei baru-baru ini juga debut sebagai Vtuber, jadi silakan
kunjungi salurannya jika kalian tertarik!
Kepada tim editorial GA Bunko dan semua orang yang
terlibat dalam publikasi ini— Terima kasih atas semua kerja keras kalian di
masa yang tidak stabil bagi dunia ini. Tidak selalu mudah untuk mengungkapkan
rasa terima kasih saya secara langsung, tetapi saya berharap bisa menjadi
penulis yang mampu membalas kebaikan kalian suatu hari nanti. Saya akan terus
melakukan yang terbaik, dan saya berharap dapat bekerja sama dengan kalian
lagi.
Dan akhirnya, untuk Anda—pembaca saya. Di dunia yang
dibanjiri dengan cerita, terima kasih banyak telah memilih untuk membaca cerita
yang satu ini. Proyek ini dimulai sekitar waktu istilah “kenormalan baru” (new
normal) mulai muncul dalam hidup kita. Ada sedikit jeda waktu sebelum
publikasi, dan saya akui—ada saat-saat di mana saya bertanya-tanya apakah
konsep “jarak jauh” (remote) akan menghilang sebelum buku ini terbit,
dan itu membuat pena saya ragu. Namun sekarang, saat saya menulis kata penutup
ini, saya mendengar masih ada sekolah yang mengadakan kelas jarak jauh. Masa
depan benar-benar tidak terduga.
Dengan pemikiran itu, saya menulis cerita ini sambil
memikirkan para siswa yang kehidupan sekolahnya mau tidak mau beralih ke
pembelajaran jarak jauh, dan para pekerja yang terpaksa berada di lingkungan
kerja jarak jauh. Terima kasih atas semua kerja keras kalian. Jika cerita ini
bisa memberikan sedikit saja energi bagi kalian yang sedang melakukan yang
terbaik di bawah keadaan yang tidak menentu, maka saya percaya cerita ini layak
untuk dibagikan ke dunia.
Saya harap kalian menikmatinya. Semoga kalian semua
selalu dalam keadaan sehat dan menjalani hari-hari yang damai ke depannya—


Post a Comment