Kata Penutup
Bagi yang baru pertama kali membaca karyaku,
salam kenal. Bagi yang sudah lama, senang bisa berjumpa kembali.
Terima kasih banyak telah membeli volume
pertama dari "Tonari no Seki no Seijo-sama wa Ore ni Kossori Sukaato no
Naka o Oshiete Kureru" (Gadis Suci di Sebelah Diam-Diam Memberitahuku Apa
yang Ada di Dalam Roknya)!
Ada berbagai liku-liku yang terjadi sebelum
buku ini akhirnya diterbitkan, tapi aku sangat bersyukur karena buku ini
berhasil dirilis dengan lancar!
Tema dari karya ini adalah…… "Pasti seru
banget ya kalau punya cewek seperti ini"—jadi sebenarnya tidak ada tema
khusus atau semacamnya (tertawa), tapi aku tetap punya beberapa poin yang
kujaga dengan sional.
Poin itu adalah "Jangan terlalu
berlebihan menjadikannya lelucon (gag)" dan "Jangan terlalu
berlebihan mengekspos sifat mesumnya".
Pertama, mengenai "Jangan terlalu
berlebihan menjadikannya lelucon".
Hal yang berbau erotis dan lelucon itu sangat
mudah dipadukan. Pada dasarnya, premis “memberitahu apa yang ada di dalam rok”
sendiri sudah bernuansa seperti lelucon.
Namun, kalian pasti paham tanpa harus
kukatakan pun, bahwa "hal berbau mesum" dan "lelucon" itu
belum tentu hal yang ingin kita nikmati secara bersamaan dalam satu waktu.
Tidak masalah jika setelahnya kita berpikir,
“Kalau dipikir secara jernih, ini konyol banget, ya”, atau saat sedang ingin
mencari hiburan komedi kita berpikir, “Ini kocak, tapi di satu sisi juga agak
mesum, ya”.
Tapi, saat kita sedang ingin menikmati
"hal berbau mesum", kita tidak ingin dibarengi dengan
"lelucon". Kita ingin menikmati esensi "mesum" yang murni.
Intinya, jangan lari ke arah
"lelucon".
Lakukanlah unsur "mesum" itu dengan
sungguh-sungguh.
Kedua, mengenai "Jangan terlalu
berlebihan mengekspos sifat mesumnya".
Poin ini berkaitan dengan pembahasan
sebelumnya. Contohnya, terkadang ada karakter dengan
pengaturan tipe M (masokis) yang berteriak histeris, “Rasanya enak sekali!”
dengan penuh semangat, kan.
Adegan seperti itu mungkin lucu dan
mengundang tawa, tapi tidak serta-merta membuat kita berpikir, “Wah, ini erotis
banget”, kan.
Lagi pula, kurasa orang tipe M tidak akan
berteriak, “Rasanya enak sekali!”. Mereka justru
akan mengerang kesakitan sambil berkata, “Ugh…… sakit sekali…!”. Itu karena
rasa "sakit" bagi mereka adalah hal yang "enak".
Terlepas dari apa yang mereka pikirkan di
dalam hati, secara lahiriah, meningkatkan gairah justru dilakukan dengan cara
"berperan seolah-olah diri mereka sedang menderita", dan itulah
tindakan yang benar.
Seira-chan, karakter kita juga menganut
prinsip yang sama. Meskipun dia sendiri yang berinisiatif datang untuk
memperlihatkannya, tapi secara lahiriah dia akan berkata, “Ugh…… malu sekali…!”
(“Dihina banget harus memperlihatkan hal kayak gini ke cowok kayak dia…”), dan
itulah yang dia rapalkan di dalam hatinya. Di lubuk hatinya yang paling dalam,
saat dia sedang fokus menikmati unsur "mesum" itu, mungkin sebenarnya
dia berpikir, “Ah, rasanya enak……”, tapi saat sedang menikmati esensi "mesum"
tersebut, bagian itu harus disembunyikan di dasar lubuk hatinya yang paling
dalam.
Selain itu, ada masalah lain yaitu "kalau
sifat mesumnya terlalu ditonjolkan, nuansa erotisnya malah jadi hilang".
Karakter yang dari awal tampil all-out
mendeklarasikan, “Aku ini orang mesum!”, meskipun melakukan hal-hal mesum,
rasanya jadi tidak begitu erotis, kan (mutlak).
Sebaliknya, karakter yang berpenampilan suci
justru akan terlihat jauh lebih erotis saat melakukan hal-hal berbau mesum.
Itulah sebabnya aku ingin membuat Seira-chan
tampil dengan kesan suci, tanpa terlalu menonjolkan sisi mesumnya di depan.
Cukup berkesan “tampak suci” saja. Mungkin ini bisa dibilang sebagai bentuk kemunafikan
(gi-man). Kalian mungkin akan merasa ini mirip seperti cerita tentang
"Succubus yang masih perawan".
Tapi, bukankah yang seperti ini justru
jauh lebih erotis?
Oleh karena itu, ilustrasi sampul karya
sensei Tadano Yukiko benar-benar sempurna! (Tiba-tiba masuk ke topik ini)
Biasanya ilustrator mungkin tergoda
menggambar pahlawan wanita yang memperlihatkan celana dalamnya secara
terang-terangan! Namun, alih-alih mengambil jalur mudah yang blak-blakan
seperti itu, keputusannya untuk mempertahankan nuansa suci (seiso) pada atmosfer
gambarnya benar-benar patut diacungi jempol.
Orang yang melihat ilustrasi sampul ini
secara terpisah mungkin tidak akan menyangka bahwa ini adalah cerita yang
berbau mesum.
Memang ada sedikit bagian rok yang
tersingkap oleh tangannya, tapi karena keseluruhan atmosfernya terkesan suci,
hal itu tidak terlihat vulgar.
Namun, begitu digabungkan dengan judulnya
yang berbunyi "Memberitahu apa yang ada di dalam rok", seketika itu
juga ilustrasi tersebut berubah menjadi adegan yang bermakna ganda.
Luar biasa sekali!
Sekarang, izinkan aku untuk menyampaikan
ucapan terima kasih.
Kepada Tadano Yukiko-sensei yang telah
menangani ilustrasi buku ini. Seperti yang kubilang tadi, ilustrasi
Seira benar-benar luar biasa! Terima kasih banyak!!
Kepada semua pihak yang telah terlibat
dalam penerbitan buku ini, dan di atas segalanya, kepada para pembaca sekalian
yang telah membeli buku ini, aku menyampaikan rasa terima kasihku sekali lagi.
Semoga kita bisa berjumpa kembali di volume
kedua.
Penulis:Sakura Sakuragi
Halo semuanya, ini Sakura Sakuragi!
Ini adalah karya ketiga kalinya di GA Bunko!!
Kurasa aku sudah boleh mendeklarasikan diriku
sebagai penulis GA Bunko, ya……?
Ilustrator:Tadano Yukiko
Seorang ilustrator asal Prefektur Udon yang
sangat menyukai penguin.


Post a Comment