-->
NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 SEMUA TERJEMAHAN YANG ADA DI KOKOA NOVEL FULL MTL AI TANPA EDIT.⚠️ DILARANG KERAS UNTUK MENGAMBIL TEKS TERJEMAHAN DARI KOKOA NOVEL APAPUN ALASANNYA, OPEN TRAKTEER JUGA BUAT NAMBAH-NAMBAHIM DANA BUAT SAYA BELI PC SPEK DEWA, SEBAGAI GANTI ORANG YANG DAH TRAKTEER, BISA REQUEST LN YANG DIMAU, KALO SAYA PUNYA RAWNYA, BAKALAN SAYA LANGSUNG TERJEMAHKAN, SEKIAN TERIMAKASIH.⚠️

Tonari no Seki no Seijo-sama wa Ore ni Kossori Sukaato no Naka o Oshiete Kureru Volume 1 Afterword

Kata Penutup


Bagi yang baru pertama kali membaca karyaku, salam kenal. Bagi yang sudah lama, senang bisa berjumpa kembali.

Terima kasih banyak telah membeli volume pertama dari "Tonari no Seki no Seijo-sama wa Ore ni Kossori Sukaato no Naka o Oshiete Kureru" (Gadis Suci di Sebelah Diam-Diam Memberitahuku Apa yang Ada di Dalam Roknya)!

Ada berbagai liku-liku yang terjadi sebelum buku ini akhirnya diterbitkan, tapi aku sangat bersyukur karena buku ini berhasil dirilis dengan lancar!

Tema dari karya ini adalah…… "Pasti seru banget ya kalau punya cewek seperti ini"—jadi sebenarnya tidak ada tema khusus atau semacamnya (tertawa), tapi aku tetap punya beberapa poin yang kujaga dengan sional.

Poin itu adalah "Jangan terlalu berlebihan menjadikannya lelucon (gag)" dan "Jangan terlalu berlebihan mengekspos sifat mesumnya".

Pertama, mengenai "Jangan terlalu berlebihan menjadikannya lelucon".

Hal yang berbau erotis dan lelucon itu sangat mudah dipadukan. Pada dasarnya, premis “memberitahu apa yang ada di dalam rok” sendiri sudah bernuansa seperti lelucon.

Namun, kalian pasti paham tanpa harus kukatakan pun, bahwa "hal berbau mesum" dan "lelucon" itu belum tentu hal yang ingin kita nikmati secara bersamaan dalam satu waktu.

Tidak masalah jika setelahnya kita berpikir, “Kalau dipikir secara jernih, ini konyol banget, ya”, atau saat sedang ingin mencari hiburan komedi kita berpikir, “Ini kocak, tapi di satu sisi juga agak mesum, ya”.

Tapi, saat kita sedang ingin menikmati "hal berbau mesum", kita tidak ingin dibarengi dengan "lelucon". Kita ingin menikmati esensi "mesum" yang murni.

Intinya, jangan lari ke arah "lelucon".

Lakukanlah unsur "mesum" itu dengan sungguh-sungguh.

Kedua, mengenai "Jangan terlalu berlebihan mengekspos sifat mesumnya".

Poin ini berkaitan dengan pembahasan sebelumnya. Contohnya, terkadang ada karakter dengan pengaturan tipe M (masokis) yang berteriak histeris, “Rasanya enak sekali!” dengan penuh semangat, kan.

Adegan seperti itu mungkin lucu dan mengundang tawa, tapi tidak serta-merta membuat kita berpikir, “Wah, ini erotis banget”, kan.

Lagi pula, kurasa orang tipe M tidak akan berteriak, “Rasanya enak sekali!”. Mereka justru akan mengerang kesakitan sambil berkata, “Ugh…… sakit sekali…!”. Itu karena rasa "sakit" bagi mereka adalah hal yang "enak".

Terlepas dari apa yang mereka pikirkan di dalam hati, secara lahiriah, meningkatkan gairah justru dilakukan dengan cara "berperan seolah-olah diri mereka sedang menderita", dan itulah tindakan yang benar.

Seira-chan, karakter kita juga menganut prinsip yang sama. Meskipun dia sendiri yang berinisiatif datang untuk memperlihatkannya, tapi secara lahiriah dia akan berkata, “Ugh…… malu sekali…!” (“Dihina banget harus memperlihatkan hal kayak gini ke cowok kayak dia…”), dan itulah yang dia rapalkan di dalam hatinya. Di lubuk hatinya yang paling dalam, saat dia sedang fokus menikmati unsur "mesum" itu, mungkin sebenarnya dia berpikir, “Ah, rasanya enak……”, tapi saat sedang menikmati esensi "mesum" tersebut, bagian itu harus disembunyikan di dasar lubuk hatinya yang paling dalam.

Selain itu, ada masalah lain yaitu "kalau sifat mesumnya terlalu ditonjolkan, nuansa erotisnya malah jadi hilang".

Karakter yang dari awal tampil all-out mendeklarasikan, “Aku ini orang mesum!”, meskipun melakukan hal-hal mesum, rasanya jadi tidak begitu erotis, kan (mutlak).

Sebaliknya, karakter yang berpenampilan suci justru akan terlihat jauh lebih erotis saat melakukan hal-hal berbau mesum.

Itulah sebabnya aku ingin membuat Seira-chan tampil dengan kesan suci, tanpa terlalu menonjolkan sisi mesumnya di depan.

Cukup berkesan “tampak suci” saja. Mungkin ini bisa dibilang sebagai bentuk kemunafikan (gi-man). Kalian mungkin akan merasa ini mirip seperti cerita tentang "Succubus yang masih perawan".

Tapi, bukankah yang seperti ini justru jauh lebih erotis?

Oleh karena itu, ilustrasi sampul karya sensei Tadano Yukiko benar-benar sempurna! (Tiba-tiba masuk ke topik ini)

Biasanya ilustrator mungkin tergoda menggambar pahlawan wanita yang memperlihatkan celana dalamnya secara terang-terangan! Namun, alih-alih mengambil jalur mudah yang blak-blakan seperti itu, keputusannya untuk mempertahankan nuansa suci (seiso) pada atmosfer gambarnya benar-benar patut diacungi jempol.

Orang yang melihat ilustrasi sampul ini secara terpisah mungkin tidak akan menyangka bahwa ini adalah cerita yang berbau mesum.

Memang ada sedikit bagian rok yang tersingkap oleh tangannya, tapi karena keseluruhan atmosfernya terkesan suci, hal itu tidak terlihat vulgar.

Namun, begitu digabungkan dengan judulnya yang berbunyi "Memberitahu apa yang ada di dalam rok", seketika itu juga ilustrasi tersebut berubah menjadi adegan yang bermakna ganda.

Luar biasa sekali!

Sekarang, izinkan aku untuk menyampaikan ucapan terima kasih.

Kepada Tadano Yukiko-sensei yang telah menangani ilustrasi buku ini. Seperti yang kubilang tadi, ilustrasi Seira benar-benar luar biasa! Terima kasih banyak!!

Kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penerbitan buku ini, dan di atas segalanya, kepada para pembaca sekalian yang telah membeli buku ini, aku menyampaikan rasa terima kasihku sekali lagi.

Semoga kita bisa berjumpa kembali di volume kedua.

 

Penulis:Sakura Sakuragi

Halo semuanya, ini Sakura Sakuragi!

Ini adalah karya ketiga kalinya di GA Bunko!!

Kurasa aku sudah boleh mendeklarasikan diriku sebagai penulis GA Bunko, ya……?

Ilustrator:Tadano Yukiko

Seorang ilustrator asal Prefektur Udon yang sangat menyukai penguin.



Epilog | ToC

0

Post a Comment