-->
NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 SEMUA TERJEMAHAN YANG ADA DI KOKOA NOVEL FULL MTL AI TANPA EDIT.⚠️ DILARANG KERAS UNTUK MENGAMBIL TEKS TERJEMAHAN DARI KOKOA NOVEL APAPUN ALASANNYA, OPEN TRAKTEER JUGA BUAT NAMBAH-NAMBAHIM DANA BUAT SAYA BELI PC SPEK DEWA, SEBAGAI GANTI ORANG YANG DAH TRAKTEER, BISA REQUEST LN YANG DIMAU, KALO SAYA PUNYA RAWNYA, BAKALAN SAYA LANGSUNG TERJEMAHKAN, SEKIAN TERIMAKASIH.⚠️

Tonari no Seki no Seijo-sama wa Ore ni Kossori Sukaato no Naka o Oshiete Kureru Volume 1 Epilog

Epilog

Pola Hubungan Asmara dengan Sang Gadis Suci


──Akan kutunjukkan, ya.

"Uwa! ……M, mimpi, ya."

Malam hari di hari itu.

Seira muncul di dalam mimpiku.

"Haah…… Sialan. Kalau begini caranya, dia itu bukan gadis suci, melainkan succubus (iblis wanita), kan."

Aku terbangun dari tempat tidurku lalu berjalan menuju ke dekat wastafel.

Lalu membasuh mukaku untuk sedikit menenangkan hati.

"Tapi…… dia tadi kelihatan cantik banget, ya."

Hari ini tanpa sengaja aku melihat berbagai sisi dari diri Seira.

Melihat semua hal itu sama sekali tidak membuatku merasa kecewa atau turn off.

Sebaliknya, hanya dengan membayangkan apa yang ada di balik pakaian gadis itu saja sudah membuatku……

"Haah…… Aku, apa aku benar-benar menyukai anak itu, ya……"

Satu minggu telah berlalu sejak kencan kolam renang bersama Haruki-kun.

Untungnya, Ayah maupun Kakek dan Nenek tidak ada yang menegur atau mempermasalahkannya.

Sayaka sepertinya menepati janjinya dengan benar.

Mungkin aku terlalu bersikap waspada secara berlebihan.

Meskipun begitu, setiap kali aku pulang kembali dari rumah Haruki-kun, Sayaka selalu saja mencari-cari topik untuk memberondongku dengan berbagai pertanyaan.

"Hari ini Kakak diapakan saja?"

Dan hari ini pun, aku kembali dirundung pertanyaan oleh Sayaka.

Kenapa dia begitu penasaran dengan apa yang kulakukan bersama Haruki-kun, ya?

……Yah, wajar saja sih kalau dia penasaran.

Soalnya Sayaka mengira aku dan Haruki-kun adalah sepasang kekasih.

Sepengetahuanku, Sayaka belum pernah punya pengalaman menjalin hubungan asmara dengan laki-laki.

Namun, sebagai gadis remaja seumuran, wajar kalau dia merasa tertarik dengan hal-hal semacam itu.

Meskipun, sayangnya aku dan Haruki-kun sebenarnya masih belum resmi berpacaran, jadi aku tidak bisa menceritakan kisah seru apa pun.

Ya, masih belum.

Menurutku itu hanya tinggal menunggu waktu saja.

"Bukan apa-apa kok, tidak ada hal spesial."

"……Mana mungkin. Berduaan saja di kamar berdua dengan Kakak, mustahil kalau tidak terjadi apa-apa."

Biasanya dia langsung menyerah, tapi hari ini dia sedikit mendesak keras.

Mau bagaimana lagi.

Ini saatnya aku membuat adikku ini iri (flexing) dengan pamer episode kemesraan antara aku dan Haruki-kun……

Meskipun aku ingin mengatakan hal itu, kenyataannya memang benar-benar tidak terjadi apa-apa, jadi aku tidak bisa bercerita banyak.

……Aku tidak mungkin bilang kalau kami tadi sibuk main kuis tebak warna pakaian dalam, kan.

"Sungguh beneran tidak ada apa-apa, kok. ……Cuma main game sebentar."

Tentu saja yang dimaksud adalah game dewasa (eroge), tapi itu rahasia.

Menjelaskan kepada adik kandung sendiri bahwa aku “sedang memainkan game mesum” rasanya sudah melampaui batas toleransi rasa malu di dalam diriku.

"B, game ya……"

"Iya, game. ……Beneran bukan hal yang istimewa kok."

Reaksi Sayaka membuatku merasa sedikit janggal.

Memang benar keluarga kami menerapkan aturan ketat soal game, tapi bermain game di rumah teman masih ditoleransi.

Sayaka sendiri pasti pernah diam-diam main game di rumah teman ceweknya.

Seharusnya itu bukan hal yang sampai membuatnya separah itu terkejutnya.

Saat aku tanpa sadar memiringkan kepalaku karena bingung——

"Jangan-jangan…… Kakak baru saja diperlakukan dengan senonoh olehnya!?"

Eh?

Pikiranku mendadak berhenti sejenak.

Diperlakukan dengan senonoh?

Artinya, “Kalian sudah melakukan hal mesum, ya?” begitu kah maksudnya.

Memang benar aku tadi memainkan game mesum di rumah Haruki-kun.

Tapi, kenapa Sayaka bisa tahu soal itu!?

"T, t, tidak kok! Mana ada!"

"B, bohong! Reaksi Kakak barusan itu sudah pasti bohong!! J, jadi Kakak beneran habis diapa-apain, ya? D, diapa-apain gimana emangnya!?"

Diapa-apain gimana……

Aku teringat kembali isi game yang kami mainkan hari ini.

Kalau tidak salah hari ini temanya adalah……

"SM……"

"Eh!?"

Gawat.

Aku buru-buru membekap mulutku dengan kedua tangan.

"P, pokonya tidak ada apa-apa kok!"

"I, iya, tapi……"

"Lagi pula, apa ada alasan penting buat aku menjelaskan hal itu ke kamu?"

"I, itu……"

Saat aku balik membalas dengan nada tegas, Sayaka tampak bergumam tidak jelas, lalu terdiam bungkam.

Apa sikapku tadi terlalu ketus, ya?

Keheningan menguasai ruangan.

"Aku cuma sedikit cemas…… takut kalau Kakak ditipu oleh Kak Haruki……"

Itulah kalimat terakhir yang akhirnya berhasil diucapkan oleh Sayaka dengan susah payah.

Bagaimana bisa obrolan barusan berujung pada kesimpulan bahwa aku dibohongi oleh Haruki-kun……?

……Atau lebih tepatnya.

"Kamu kelihatan akrab banget sama Haruki-kun. Sejak kapan kalian jadi dekat begitu?"

Sejauh yang kutahu, Sayaka dan Haruki-kun baru pertama kali bertemu saat di kolam renang tempo hari.

Sekolah mereka sama, jadi wajar saja kalau mereka tahu nama satu sama lain tapi……

Aku rasa mereka tidak mungkin sampai akrab sampai bisa saling memanggil nama depan begitu.

"Kami tidak dekat! Orang kayak gitu……!! Padahal kukira dia orang baik……"

Nada bicaranya terdengar seolah-olah mereka sudah saling kenal sejak lama.

Haruki-kun tidak pernah sekalipun menyebutkan bahwa dia sudah kenal dengan Sayaka sebelumnya.

……Kira-kira apa alasannya, ya?

Jujur saja, aku jadi merasa sedikit kesal.

Di saat aku sebagai wanita utamanya ada di sisinya, dia malah berurusan dengan perempuan lain.

Terlebih lagi, berani-beraninya dia mendekati adikku.

"Kapan dan di mana kalian mulai kenalan?"

"Eh? Ah…… waktu di kolam renang. Kalau dipikir-pikir kembali, waktu itu……"

Sayaka berkata dengan ekspresi wajah yang tampak kesal dan masam.

"Mungkin dia waktu itu sedang nampa (mengajak kenalan), sih."

……Hih, begitu.

Sepertinya hal ini perlu diinterogasi lebih lanjut, nih.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment